NEWS UPDATE :  

Berita

SMP NEGERI 1 KOMODO GELAR IHT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENGENALAN STEM

Labuan Bajo, 12 Oktober 2026 – SMP Negeri 1 Komodo menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Upaya Peningkatan Kompetensi Profesional Pendidik dan Mutu Pembelajaran di Lingkungan SMP Negeri 1 Komodo” dengan tema “Pengenalan STEM sebagai Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah” pada Senin–Selasa, 12–13 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SMP Negeri 1 Komodo sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional pendidik dan mutu pembelajaran di sekolah.

Kegiatan IHT ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui pengenalan pendekatan inovatif yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Siti Nurfiati, S.Pd., Siprianus Suyono, S.Pd., dan Aleksius Woby, S.Pd., yang membagikan pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep STEM serta penerapannya dalam pembelajaran.

Kepala SMP Negeri 1 Komodo, Wilibrodus Cungkuru, S.Pd., mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan pengembangan kompetensi seperti IHT, para guru diharapkan terus memperkaya pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan dalam merancang pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

STEM merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan empat bidang ilmu, yaitu Science (sains), Technology (teknologi), Engineering (rekayasa), dan Mathematics (matematika). Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk memahami konsep melalui pengalaman belajar yang berkaitan dengan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selama dua hari pelaksanaan, para guru memperoleh pengenalan mengenai konsep dasar STEM, karakteristik pembelajaran berbasis STEM, serta pemanfaatannya dalam berbagai mata pelajaran. Penerapan STEM tidak terbatas pada mata pelajaran sains dan matematika, tetapi juga dapat dikembangkan dalam mata pelajaran lain melalui kegiatan pembelajaran yang mendorong pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis.

Melalui pemaparan materi dan kegiatan pengembangan pemahaman selama IHT, para guru diajak untuk melihat bagaimana keterkaitan antardisiplin ilmu dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan ini, pembelajaran diharapkan tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi masalah, mencari informasi, berdiskusi, merancang solusi, dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah.

Pengenalan STEM sebagai pendekatan pembelajaran berbasis masalah juga diharapkan dapat membantu guru menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Guru didorong untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan IHT yang berlangsung selama dua hari ini menjadi kesempatan bagi seluruh guru SMP Negeri 1 Komodo untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarguru dalam merancang pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Kepala SMP Negeri 1 Komodo bersama seluruh tenaga pendidik terus berupaya membangun budaya belajar, berkolaborasi, dan berinovasi di lingkungan sekolah. Peningkatan kompetensi guru diharapkan memberikan dampak positif terhadap kualitas proses pembelajaran dan perkembangan kemampuan peserta didik.

Dengan terselenggaranya IHT bertema “Pengenalan STEM sebagai Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah”, SMP Negeri 1 Komodo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi profesional pendidik dan mutu pembelajaran. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan secara bertahap dalam pembelajaran di kelas sehingga tercipta pengalaman belajar yang lebih bermakna, relevan, dan mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.